Postingan

Ahmad Mathar

 Teluk I( 2 Agustus 1990- 28 Februari 1991), penyair kelahiran Tanumah, Basrah tahun 1954 ini sudah aktif menulis puisi. Awal mulanya merupakan puisi- puisi romantis khas anak muda usia 14 tahun di dini tahun 70- an. Sehabis dia memandang konflik terjalin antara pemerintah serta rakyat, puisinya mulai berbelok arah ke tema- tema pembelaan rakyat. Puisi- puisi perlawanan yang dia kemukakan selaras dengan langkahnya merambah dunia politik buat memperjuangkan hak- hak rakyat. Ahmad Mathar: penyair perlawanan Irak Akibat kegiatan politiknya itu, dia jadi pelarian ke Kuwait. Di situ dia bekerja di pesan berita Kuwait al- Qubs sebagai redaktur di  bidang sastra serta budaya. Nasib membawanya ke London pada tahun 1986 buat bekerja di kantor internasional al- Qubs. Pernah pindah ke Tunisia, namun kembali menetap lagi di London. Sehabis terjalin Perang Teluk 1, dia malah memandang Irak terletak dalam keadaan yang sangat parah. Puisi- puisinya secara lugas mengggam...

Mahmud darwish

 Mahmoud Darwish lahir pada tahun 1941 di al-Birwa di Galilea Barat.,[5] anak kedua dari Salim dan Houreyyah Darwish. Keluarganya adalah pemilik tanah. Ibunya buta huruf, tetapi kakeknya mengajarinya membaca.[3] Selama perang Arab-Israel 1948, desanya direbut oleh pasukan Israel dan keluarganya melarikan diri ke Lebanon, pertama ke Jezzin dan kemudian Damour.[6] Desa asal mereka dihancurkan dan dihancurkan oleh IDF[7][8][9] untuk mencegah penduduknya kembali ke rumah mereka di dalam negara Yahudi yang baru.[10][11] Setahun kemudian, keluarga Darwish kembali ke daerah Acre, yang merupakan bagian dari Israel, dan menetap di Deir al-Asad.[12] Darwish bersekolah di sekolah menengah di Kafr Yasif, dua kilometer di utara Jadeidi. Dia akhirnya pindah ke Haifa. Dia menerbitkan buku puisi pertamanya, Asafir bila ajniha, atau "Burung Tak Bersayap," pada usia 19 tahun. Dia awalnya menerbitkan puisinya di Al Jadid, majalah sastra dari Partai Komunis Israel, yang akhirnya menjadi editorny...

Puisi arab (era modern)

Perkembangan puisi pada masa ini lambat laun dipengaruhi oleh Eropa Baru, meskipun perubahan ini menghadapi tantangan kaum tradisionalis yang ingin mempertahankan tradisi klasik, yaitu puisi Arab yang monoton. Seperti genre sastra lainnya, puisi pada masa ini dimulai dengan ekspresi politik, sosial dan budaya. Pada umumnya penggambaran puisi Arab sampai tahun 1920 masih menggunakan bentuk dan bahasa lama (klasik) dari segi bentuk dan bahasa. Dari segi tema, sebagian masih menggunakan tema lama, namun disesuaikan dengan suasana baru. sebagai mata pelajaran nasionalis. Tema nasionalis ini terkadang tentang pan-Arabisme dan pan-Islamisme. Di zaman modern ini, perkembangan puisi Arab dapat dibagi menjadi tiga genre, meskipun waktunya tidak pasti, yaitu: 1. Genre al-Muhafidzun yang masih mempertahankan kaidah-kaidah puisi Arab yang kuat, seperti wazan (pola) dan qafiyah (pantun) harus digunakan, jumlah kata yang sangat banyak, uslub (gaya atau cara seseorang mengekspresikan dirinya dalam ...

Najib Mafuz

 aguib Mahfouz dilahirkan di wilayah Gamaliya di Kairo. Namanya diberikan ibu dan bapaknya cocok dengan nama Profesor Naguib Pasha Mahfouz, dokter yang menolong kelahirannya. Mahfouz, yang lama jadi pegawai negara, berdinas di Departemen Wakaf Mortmain, setelah itu berprofesi selaku Direktur Tubuh Sensor di Biro Seni, Direktur Yayasan Pendukung Bioskop, serta kesimpulannya selaku konsultan di Departemen Kebudayaan. Dia menerbitkan lebih dari 30 novel. Dia mendapatkan Penghargaan Nobel dalam Sastra pada 1988. Banyak dari novelnya mula- mula diterbitkan dalam wujud seri, tercantum Kanak- kanak Gebelawi serta Lorong Midaq yang diadaptasi jadi suatu film Meksiko yang diperankan Salma Hayek( El callejón de los milagros). Kanak- kanak Gebelawi( 1959), salah satu dari karya Mahfouz yang terbaik, dilarang tersebar di Mesir sebab dikira menghujat sebab menggambarkan Allah serta agama- agama Abrahamik monoteistik Yudaisme, Kristen serta Islam. Pada 1989, sehabis dikeluarkannya fatwa murtad t...

Mustafa lutfi al-manfaluti

Siapakah yang tidak mengetahui polemik sastrawan Lekra serta Menikebu tahun 1962? Dikala itu Hamka dituding menjiplak karya al- Manfaluthi bertajuk Magdalena untuk novelnya yang bertajuk Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Setiap hari Bintang Timur merendahkan tulisan berseri buat melanda Hamka. Hamka tidak menanggapi tudingan. Dia ketahui ini bukan cuma permasalahan sastra, tetapi terdapat faktor politik di dalamnya. Dia berdarah Masyumi, sedangkan lawan tandingnya merupakan Lekra, sayap Partai Komunis Indonesia. Hamka memilah supaya polemik ini diteliti oleh panitia kesuastraan di dasar Fakultas Sastra Universitas Indonesia buat meyakinkan apakah karyanya plagiat, saduran, ataupun asli. Semenjak dikala itu, nama Mustafa Luthfi al- Manfaluthi akrab di kuping warga Indonesia. Sastrawan ini menghadirkan aksi menyadur karya asing, paling utama karya sastrawan Perancis ini ke dalam bahasa Arab. Menyadur memanglah tidaklah menerjemahkan secara letterlijk, namun menyusun kembali cerita secara...

Prosa arab era modern (sastra)

Pada dini masa- masa ini, bahasa‘ aamiyah terletak dalam puncak kemerosotan. Setelah itu sehabis pengajaran tersebar ke seluruh susunan warga Mesir, masuklah kedalam bahasa mereka banyak sekali perkata fasih, yang setelah itu meluas kepada keluarga mereka yang buta huruf serta kepada kalangan perempuan. Perihal ini ditunjang oleh pemakaian bahasa fasih dalam pengaduan- pengaduan ke Mahkamah, serta oleh banyaknya pesan berita, majalah- majalah, serta cerita- cerita sastra. Puisi- puisi tipe zaji, mawaliya serta wawu tumbuh, serta wawu tumbuh, serta pada masa Ismail Pasya puisi zaji menggapai puncaknya. Diantara para tokoh- tokohnya yang kenamaan yakni Muhammad Usman Jalal Bey, Sayid Abdullah an- Nadiem, Syaikh Muhammad an- Najjar, Syaikh Muhammad al- Qoushy, serta lain- lain namun tipe puisi ini kesimpulannya merosot karena dikalahkan oleh puisi fasih serta disebabkan keengganan para pembesar buat mendengarkannya. Pertumbuhan prosa dalam kesusastraan Arab bisa dibedakan jadi 2 sesi, ial...

PROSA ARAB ERA MODERN (NON SASTRA)

 Karya sastra memiliki sistem yang terdiri atas faktor yang silih berhubungan. Buat mengenali kaitan antar faktor dalam suatu karya sastra itu sangat pas bila penelaahan bacaan sastra dimulai dengan pendekatan struktural. Pendekatan struktur dalam menganalisis karya sastra, telah sangat kerap digunakan. Perihal ini menunjukkan kalau pendekatan ini gampang dimengerti serta dilaksanakan dalam pengkajian sastra. Pendekatan struktural lahir sebab terdapatnya sebagian alibi ataupun karena. Salah satu dari sekian banyak alibi tersebut merupakan terdapatnya pendekatan tradisional yang masih mementingkan peniru alam selaku alibi utama terciptanya suatu karya sastra. Analisis struktural yang digunakan dalam analisis karya sastra merupakan analisis struktural yang berfokus pada bacaan itu sendiri. Jadi dalam menganalisis sesuatu karya prosa yang berfokus pada teksnya terdapat sebagian yang faktor yang wajib dikenal ialah tema, tokoh serta penokohan, alur, seting, amanat, tata bahasa serta su...