Ahmad Mathar
Teluk I( 2 Agustus 1990- 28 Februari 1991), penyair kelahiran Tanumah, Basrah tahun 1954 ini sudah aktif menulis puisi. Awal mulanya merupakan puisi- puisi romantis khas anak muda usia 14 tahun di dini tahun 70- an. Sehabis dia memandang konflik terjalin antara pemerintah serta rakyat, puisinya mulai berbelok arah ke tema- tema pembelaan rakyat. Puisi- puisi perlawanan yang dia kemukakan selaras dengan langkahnya merambah dunia politik buat memperjuangkan hak- hak rakyat. Ahmad Mathar: penyair perlawanan Irak Akibat kegiatan politiknya itu, dia jadi pelarian ke Kuwait. Di situ dia bekerja di pesan berita Kuwait al- Qubs sebagai redaktur di bidang sastra serta budaya. Nasib membawanya ke London pada tahun 1986 buat bekerja di kantor internasional al- Qubs. Pernah pindah ke Tunisia, namun kembali menetap lagi di London. Sehabis terjalin Perang Teluk 1, dia malah memandang Irak terletak dalam keadaan yang sangat parah. Puisi- puisinya secara lugas mengggam...